Setelah kita tahu ada teknologi dimana laser bisa bekerja di bawah lapisan kornea paling atas, yang mana dengan ditembakkan dari atas, namun bagian atas tidak rusak karena targetnya adalah di bagian bawahnya, itulah Z-Lasik dengan kombinasi mesin Excimer Lasik mampu membuat orang dengan minus dan cylinder serta plus untuk jauh akan merasakan bebas kacamata, dan say good bye pada kacamata atau lensa kontak.

Namun,… ternyata teknologi lasik ini masih menyisakan sebagian besar orang, dimana komunitas ini berusia 40 tahun keatas… yaaa usia yang matang, para eksekutif muda hampir tua, dengan gaya hidup yang wah, dengan dukungan materi yang mantap maka memakai kacamata baca adalah kontra baginya.

Kembali ke topik yang pernah saya bahas di blog ini mengenai Presbyopia, tentu anda ingat atau anda bisa search apa itu presbyopia di blog ini.

Seorang yang masih muda dan sehat akan bisa memfokuskan sinar yang masuk ke mata sehingga objek yang di lihat pada jarak jauh ataupun dekat dengan jelas.

Namun, dengan bertambahnya usia (alami) maka kelenturan lensa yang ada didalam mata kita dimana fungsinya adalah berakomodasi ketika melihat objek dekat dengan membuat dirinya mencembung, ternyata sudah mulai kelelahan atau mulai mengeras…., sehingga alhasil tulisan atau objek yang dekat akan terlihat buram dan dengan rentang dijauhkan mungkin akan bisa terlihat agak jelas. Nah, kondisi inilah yang disebut presbyopia.

Menggunakan kacamata memang umumnya bisa membantu mengembalikan ke keadaan semula. Namun banyak kendala yang akan di hadapi (tentunya tergantung pribadinya) misal nggak ingin berkacamata atau kalau pakai kacamata harus dipakai melorot, kalau pakai kacamata yang besar maka akan menghalangi penglihatan jauhnya dan sebagainya dan sebagainya walaupun ada juga dengan lensa bifokal atau lensa progresive. Tapi bagi yang tidak ingin berkacamata bagaimana, apalagi dari kecil, muda dan sampai sekarang umur 40 an ini maunya tidak berkacamata.

Ada yang berkata,… yaaa sudah terima saja ini sudah alami kok, siapa saja juga ntar pakai kacamata, walaupun sekarang normal untuk melihat jauhnya, namun ketika menginjak umur 40 tahunan maka akan perlu kacamata.

SEKARANG….., kalimat di atas akan berubah total, bahwa akan ada orang yang dari kecil sampai tua tidak pakai kacamata, walaupun sebenarnya dia perlu kacamata.

Adalah kemajuan teknologi… lagi dari dunia kedokteran khsususnya di bidang mata dan khususnya di bidang surgery… yaaaaa

Telah hadir di dunia, asia dan sebentar lagi mungkin di Indonesia sebuah terobosan, inovatif dan revolusioner di dunia terapi bedah mata yang akan membantu mengurangi ketergantungan dengan kacamata baca.

Alat atau benda ini memang bukan mesin, bukan seperti lensa kontak atau sejenisnya. Sebut saja “Corneal Inlay” dengan trade mark KAMRA… ( inget di kita yaa ada KAMRA – Keamanan rakyat – tapi bukan itu).

Di beri nama ‘Corneal Inlay” memang karna benda ini di pasang di dalam kornea dengan sebelumnya dibuatkan lapisan kornea tipis dahulu di bagian korneanya, atau di buatkan saku – kantong dulu untuk selanjutnya di pasang benda ini.

Kantong atau saku atau sayatan – lapisan tipis itu sekitar 200 mikron tebalnya dan bisa dibuat dengan mesin Femtosecond Z-Lasik.

KAMRA – Corneal Inlay, terbuat dari bahan polimer yang biocompatible, jadi bisa diterima oleh organ manusia dan dengan mengadopsi sistem ‘pin hole effect’.

Corneal Inlay ini besarnya sekitar 1/3 diameter lensa kontak dengan tebal 5 mikron atau 5/1000 mm,1/10 dari tebal kertas, 1/20 dari tebal rambut kita. jadi sangat tipis, sehingga seringan seperti kristal garam dengan kelengkungan radius 7.5 mm, bentuknya seperti ring hitam dan tengahnya lubang 1.6 mm … yaa pinhole. Nah, lubang ini untuk depth of field (lapang pandang yang dalam) sehingga untuk melihat baca lebih jelas.

Diameternya 3.8 mm sudah melalui riset yang lama dan sampai sekarang sudah pada patern yang ke 20 dengan 8.400 lubang mikroskopik laser-etched untuk memungkinkan nutrisi bisa melewatinya dan menjaga kesehatan kornea.

Bagaimana Corneal Inlay ini bekerja?

Dia dibuat dengan pinhole effect jadi seperti lnsa kamera yang menggunakan daerah bukaan untuk menambah fokusnya. Nah, daerah bukaan yang kecil inii yang mengurangi tingkat buram ketika melihat objek dekat, sehingga menambah kejelasan untuk melihat dekat namun hanya sedikit mengganggu untuk melihat jauhnya.

Bagaimana Kamra Corneal Inlay ini dikerjakan?

Prosedure  kamra - corneal inlayHanya di pasang pada satu mata saja, dan pada mata yang tidak dominan. prosesnya sekitar 15 menit dengan bius lokal berupa bius tetes saja. Flap kornea di buat dengan Z-Lasik yaaa seperti pada proses tindakan Lasik. Atau dengan Insisi Pocket – insisi saku (dengan Z-Lasik).

Kamra Corneal Inlay di masukkan atau ditempatkan pada posisi pas di tengah dari axis/axial mata dan bukan tengah pupil (walaupun hampir berdekatan).

Flapnya di kembalikan dan tanpa di jahit, tidak sakit, aman dan sebuah prosedur tindakan yang sangat efektif. Proses untuk mencapai tingkat kejelasannya perlu bertahap semacam adaptasi begitu, jadi ada yang beberapa hari ada juga yang perlu waktu beberapa bulan.

Harapan atau expectasi dari Kamra:

Kamra mengurangi ketergantungan menggunakan kacamata baca pada penderita presbyopia, namun bukan menghilangkan sama sekali. Untuk kondisi misal membaca huruf yang sangat kecil mungkin masih perlu kacamata baca, begitu juga jika pada suasana lampu yang redup.

Jadi Siapa yang bisa mengambil keuntungan dari KAMRA ini?

  • Penderita presbyopia yang tergantung dengan kacamata baca
  • Usia di atas 40 tahun
  • Seorang yang mempunyai penglihatn jauh yang bagus (normal), jadi tidak berkacamata atau pakai lensa kontak ukuran untuk jauhnya
  • Pasien dengan ukuran bisa digambung dengan tindakan lasik.. tentu perlu pemeriksaan lebih lanjut
  • Kondisi badan dan mata bagus – tidak ada katarak atau glaukoma
  • Pasien pasca operasi katarak
  • Pasien dengan pasca lasik untuk saat ini belum di rekomendasikan, artinya masih melihat keamanan dan tingkat keberhasilannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here