KOMPETENSI KELULUSAN

Kompetensi utama lulusan

Setelah menyelesaikan kuliah mahasiswa diwajibkan memiliki pemahaman pengetahuan, dan keterampilan yang mampu menjadikannya job creator atau pembuat lapangan kerja dibidang refraksi, optisi dan pemeliharaan penglihatan dengan basis 3 H principel (Head, Heand, and Heart) dan dapat menjalankan peran dan fungsi sesuai dengan kompetensi profesi, yaitu :

Kompetensi 1 : Tanggung Jawab Profesi

  1. Melaksanakan tanggung jawab terhadap terwujudnya masyarakat Indonesia adil, makmur, sejahtera lahir dan batin.
  2. Melaksanakan pelayanan refraksi optisi dan pemeliharaan penglihatan (vision care)
  3. Selalu memelihara tingkat pengetahuan dan keterampilan klinis & non klinis serta menjaga peralatan klinis dalam kondisi terkalibrasi standar.
  4. Melaksanakan praktik secara mandiri
  5. Bertindak dan berprilaku sesuai dengan standar profesi.
  6. Bersedia memberikan saran dan informasi pada pasien/konsumen dan rekan sejawat.
  7. Mendayagunakan sumber informasi dari organisasi profesi dan organisasi lainnya demi meningkatkan pelayanan pada pasien/konsumen.
  8. Memahami prinsip perencanaan, pembentukan, pengembangan, dan pemeliharaan keilmuan refraksi optisi.
  9. Memahami kewajiban hukum yang terkait dengan praktik Refraksionis O
  10. Menyediakan pelayanan bagi pasien/konsumen dengan keperluan khusus.
  11. Memberikan pendidikan, bimbingan, dan penyuluhan serta penyebarluasan informasi dalam pentingnya menjaga kesehatan mata dan pemeliharaan penglihatan pada masyarakat.

Kompetensi 2 : Riwayat Pasien/konsumen

  1. Berkomunikasi dengan pasien/konsumen
  2. Memahami dan melaksanakan penggalian informasi pasien/konsumen secara terstruktur mengenai informasi kesehatan secara umum dan yang berkaitan dengan kesehatan mata (anamnesa)
  3. Melakukan observasi umum terhadap kondisi mata pasien/konsumen.
  4. Mengumpulkan informasi pasien/konsumen dari tenaga kesehatan lainnya.
  5. Melakukan pencatatan hasil anamnesa pasien/konsumen

Kompetensi 3 : Pemeriksaan Pasien/konsumen

  1. Membuat rencana pemeriksaan
  2. Menerapkan dan menjalankan rencana pemeriksaan
  3. Menilai adnexa okuler dan mata
  4. Menilai fungsi sensor penglihatan pusat dan perifer dan integritas visual
  5. Menilai status refraksi.
  6. Menilai fungsi okulomotor dan fungsi binokuler.

Kompetensi 4 : Diagnosis

  1. Menganalisa temuan untuk menegakan diagnosis.
  2. Melakukan pencatatan data pemeriksaan klinis.
  3. Melakukan pencatatan hasil diagnosis.
  4. Membuat resep kacamata/lensa kontak
  5. Membuat resep penglihatan sub normal (low vision)

Kompetensi 5 : Tata Laksana Pasien/konsumen

  1. Membuat perencanaan tata laksana pelayanan optisi bagi setiap pasien/konsumen dan menerapkan rencana tata laksana pelayanan optisi dengan persetujuan pasien/konsumen.
  2. Memproses resep kacamata secara akurat.
  3. Menentukan jenis rehabilitasi penglihatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien/konsumen
  4. Merujuk pasien/konsumen untuk memperoleh perawatan lanjutan ke tenaga kesehatan lainnya.
  5. Memberikan saran dan petunjuk mengenai penglihatan di tempat kerja (industri).
  6. Memberikan pengarahan mengenai penggunaan kacamata yang baik pada pasien/konsumen.
  7. Memberikan pengarahan mengenai penggunaan lensa kontak yang baik, pemasangan serta perawatannya pada pasien/konsumen
  8. Menata laksana pasien/konsumen yang membutuhkan terapi penglihatan khusus.
  9. Memberikan informasi kepada pasien/konsumen untuk melakukan pemeriksaan kembali sesuia jadwal yang di tentukan

Kompetensi 6 : Mencatat Data Klinis

  1. Membuat dan menyelenggarakan penyimpanan data klinis pasien/konsumen dengan cara sah, aman, mudah dicari dan tidak membingungkan (rekam medis)
  2. Menjaga kerahasiaan data klinis pasien/konsumen.